Foto

PAUD


Praktek kerja social 1 (hari/tanggal: Rabu,13 Oktober 2010)
Divisi PAUD melaksanakan kerja social yang pertama pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2010 bertempat di Seroja mulai pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 13.00 siang. Divisi paud melaksanakan kerja social bersama divisi taman baca dan divisi PLK. Aktifitas yang dilaksanakan pada hari itu adalah pertama penayangan (nonton bareng) film “Alangkah Lucunya Negeri Ini” oleh penngasuh Seroja dan disaksikan oleh seluruh anak yang terdapat disana beserta mahasiswa dari divisi PAUD, taman baca, maupun PLK. Nonton bareng film tersebut diakhiri pada pukul 10.00 karena diselingi dengan jam istirahat. Pada saat istirahat, anak-anak jalanan diberi asupan snack dari pengasuh seroja. Sekitar pukul 10.30, anak-anak jalanan selesai istirahat, kemudian dilanjutkan dengan agenda membuat sandal kreatif yang lucu-lucu. Anak-anak dibantu dengan pengasuh dari seroja dan juga mahasiswa dari ketiga divisi, membuat sandal beraneka bentuk sampai sekitar pukul 13.00. Seteah itu, anak-anak diantarkan pulang dan mahasiswa pun juga ikut pulang. Itulah agenda kerja social pertama dari divisi PAUD di seroja.

Praktek Kerja Sosial 2 (hari/tanggal: rabu, 20 Oktober 2010)
Divisi Paud melaksanakan kerja social yang kedua pada hari rabu, seminggu setelah dilaksanakannya praktek kerja social pertama yaitu tanggal 20 Oktober 2010 bertempat di Monumen 45 mulai pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 11.00 siang. Kali ini divisi PAUD juga melaksanakan kegiatan bersama-sama dengan divisi taman baca dan juga divisi PLK karena memang jadwal rutin ke serojanya juga sama yaitu setiap hari rabu mulai pukul 09.00/10.00 setelah kuliah pagi. Aktifitas yang dilasanakan oleh anak-anak di monument 45 adalah melakukan senam pagi kemudian bermain-main. Aktifitas senam pagi dilaksanakan bersama-sama dengan pengasuh seroja dan juga mahasiswa pwk. Senam pagi tersebut langsung dipimpin oleh saudara Dedy, mahasiswa PWK dari divisi PLK. Setelah selesai senam pagi, anak-anak bermain main di taman di monument tersebut sampai puas dan sebagian ada yang jajan di luar. Sekitar pukul 11.00, anak-anak seroja sudah pulang dengan mobil seroja, sedangkan mahasiswa dari ketiga divisi, pulang sendiri-sendiri. Demikian praktek kerja social di seroja dari divisi PAUD pada minggu kedua.
 
Kesan dua kali kegiatan diSeroja
Saat kami pertama kali datang ke Seroja, kami bingung akan melakukan apa disana. Kami merasa masih menjadi orang asing yang tiba-tiba datang. Namun kemudian kami melihat salah satu dari anak jalanan yang terbuka terhadap keadaannya, dan mau berkomunikasi dengan kami sehingga sedikit mencairkan suasana kebingungan kami. Dari situlah, kami mulai dapat berbaur dengan mereka dan bekerja bersama-sama. Kesan kerja social kami disana sangat menyenangkan walaupun dengan sejuta persepsi tentang mereka, tetapi kami merasakan bahwa mereka juga sama seperti orang-orang pada umumnya. Bahkan, sebenarnya mereka memiliki bakat dan berhak mempunyai kehidupan yang lebih layak jikalau ada kesempatan bagi mereka.
Pada kali kedua kami bertemu dengan anak-anak seroja, kami langsung bisa membaur dengan mereka. Anak-anak yang sebelumnya terlihat takut dan canggung terhadap kami, pada saat itu sudah mulai biasa dan menerima dengan baik keberadaan kami di tengah mereka. Itu membuat mereka dan kami dapat berinteraksi tanpa merasa ada jarak diantara kami.

  
Pesan
Kami merasa sangat bangga dapat bekerja sama dengan PPAP Seroja, keberadaan mereka sangatlah berguna dan sangat dibutuhkan di kehidupan kota yang seakan tidak memperdulikan keberadaan kaum marginal seperti anak-anak jalanan. Seharusnya tempat-tempat seperti ini dapat lebih ditumbuhkembangkan lagi di kawasan perkotaan, mengingat fungsinya yang merupakan wadah yang sangat baik bagi para anak jalanan untuk dapat mengembangkan potensi dan bakatnya sehingga potensi yang mereka miliki tidak menjadi sia-sia dan bahkan dapat bermanfaat bagi mereka sendiri, dan masyarakat pada umumnya.
Pesan kami bagi rekan-rekan anak-anak jalanan di seroja, teruslah berkarya dengan cara kalian sendiri tentunya dengan kegiatan-kegiatan yang positif sehingga kalian dapat membanggakan orang tua,masyarakat, maupun Negara kita yang membutuhkan generasi muda penerus bangsa yang berkualitas baik akhlak, maupun pemikirannya.
TERUSLAH BERKARYA TEMANKU,,KAMI AKAN SELALU MENDUKUNGMU!!

Hari ke tiga di seroja, tanggal 27 Oktober 2010 pukul 9.00 WIB
Hari itu suasana di seroja tampak sedikit lebih ramai bila dibandingkan sebelumnya. Begitu juga dengan peserta PAUD yang ada disana. Seperti biasa, kami langsung berbaur dengan mereka. Pada saat itu, mereka disana sedang asyik mewarnai gambar dari pembimbing seroja. Di sana kami menjumpai ada beberapa peserta baru, diantaranya ada 3 bersaudara yang bernama ?, Putri, dan Bayu yang hanya berbeda umur satu tahun yaitu 5, 6, dan 7 tahun. Pada saat itu juga ikut bersama kami beberapa orang dari divisi pendataan yang juga berinteraksi dengan mereka. Disitulah si kakak mulai bercerita tentang diri dan kehidupannya. Ia menceritakan kalau ia memiliki 7 saudara, 4 dari mereka tinggal bersama orang tua dan mengikuti kegiatan yang ada di seroja, Anak pertama dan kedua telah menikah, dan 2 adik mereka yang lebih kecil lagi dari bayu di bawa oleh salah satu dari anak yang telah menikah tersebut. Lebih lanjut ia bercerita kalau dirinya juga bersekolah di sekolah formal dan kini telah kelas 2 SD. Selama bersekolah ia bercerita kalau ia pernah meraih prestasi yang cukup membanggakan yaitu menjadi peringkat ke-2 di kelasnya. Namun ia juga pernah tinggal kelas selama satu tahun. Hal ini membuat kami prihatin sekaligus semakin sadar kalau sebenarnya anak-anak tersebut memiliki potensi besar seandainya dapat tersalurkan dan diarahkan dengan baik. Sehingga potensi yang mereka miliki dapat bermanfaat bagi diri mereka sendiri secara khusus dan secara umum hal ini dapat mengurangi permasalahan di kota akibat minimnya kemampuan Sumber Daya Manusia masyarakatnya.

 Hari ke empat di seroja, tanggal 10 November 2010 pukul 9.00 WIB

yang pertama kali terlihat bahwa suasana agak ramai dari biasanya. kami pun juga semakin antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Kami langsung berbaur mengikuti kegiatan (mewarnai gambar) dengan mendampingi mereka, mengarahkan serta membantu mewarnainya. Ada anak yang pintar (terlihat dari cara mewarnainya dan hasilnya) tetapi ada juga yang belum begitu bisa. Tak mudah mengajarkan kepada anak-anak untuk melatih mewarnai gambar, kami harus sabar, pelan-pelan dan sedikit ada pendekatan sosial agar anak tersebut mau belajar mewarnai gambar. Selain itu, kami juga mencoba berinteraksi dengan salah satu anak (maaf lupa namanya) dan anak itu mulai bercerita tentang diri dan kehidupannya. Ia menceritakan kalau ia memiliki 7 saudara, 4 dari mereka tinggal bersama orang tua dan mengikuti kegiatan yang ada di seroja, Anak pertama dan kedua telah menikah, dan 2 adik mereka yang lebih kecil lagi dari bayu di bawa oleh salah satu dari anak yang telah menikah tersebut. Lebih lanjut ia bercerita kalau dirinya juga bersekolah di sekolah formal dan kini telah kelas 2 SD. Selama bersekolah ia bercerita kalau ia pernah meraih prestasi yang cukup membanggakan yaitu menjadi peringkat ke-2 di kelasnya. Namun ia juga pernah tinggal kelas selama satu tahun. Hal ini membuat kami prihatin sekaligus semakin sadar kalau sebenarnya anak-anak tersebut memiliki potensi besar seandainya dapat tersalurkan dan diarahkan dengan baik. Sehingga potensi yang mereka miliki dapat bermanfaat bagi diri mereka sendiri secara khusus dan secara umum hal ini dapat mengurangi permasalahan di kota akibat minimnya kemampuan Sumber Daya Manusia masyarakatnya.


 Hari ke lima di seroja, tanggal 17 November 2010 pukul 9.00 WIB
Seperti biasa kami dari devisi PAUD baru sampai disana sekitar jam 10, karena kami datang setelah selesai kuliah. Seperti minggu lalu, seroja terlihat sepi, hanya ada beberapa anak yang sedang belajar di teras dan anak-anak balita yang sedang bermain-mani di dalam rumah. Kami langsung bergabung dengan anak-anak. Saya membantu seorang pembimbing yang mengajari beberapa anak disana. Seperti biasa juga, Novita yang kebetulan ada di teras meminta kami mengajari belajar menghitung. Kami mengajari belajar perkalian dengan menggunakan 10 jari tangan sebagai bantuan dalam menghitung agar tidak usah menggunakan oret-oretan dan mengajari belajar soal-soal campuran antara hitungan pertambahan, pengurangan, perkalian, sekaligus pembagian. Walaupun Novita agak ngeyel jika diajari dan suka membantah, tapi sebenarnya dia rajin dan pintar,karena setelah kami ajari beberapa soal dan telah diselesaikannya, dia pun malah meminta kami memberinya soal-soal lagi dan menyuruhku membuatkan PR. Sekitar satu jam kami dan teman-teman devisi laen membantu mengajari anak-anak Seroja, acarapun selesai dan kami memutuskan pulang kembali ke kampus.

Setelah kami melakukan kegiatan selama di seroja beberapa lkali pertemuan, paud di seroja yang sebelumnya hanya diajarkan oleh 2 bahkan 1 tentor untuk beberapa anak, setelah kedatangan kami dan kami mencoba membantu untuk ikut mendampingi anak-anak tersebut dalam belajar. Ternyata dengan bertambahnya tenaga pengajar, kegiatan paud ternyata lebih efektif dan lebih maksimal. Anak-anak tersebut dapat lebih terarah dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka, sehingga perkembangan daya pikir mereka secara otomatis akan lebih cepat meningkat.
Mengingat kuliah semester ini yang telah usai, dan semester selanjutnya yang mungkin akan semakin menyiota waktu kami lebih banyak lagi untuk berkuliah, sehingga frekuensi kesempatan kami untuk datang ke seroja juga akan lebih sedikit. Oleh sebab itu kami memiliki sebuah ide untuk menambah tenaga pengajar PAUD agar dapat mempertahankan keefektifan belajar mereka seperti pada saat kami berada di sana, dan mungkin akan lebih baik lagi.
Untuk itu kami membuat pamflet …. Guna menyerap para sukarelawan yang berkemauan besar untuk membantu para anak jalanan dan mungkin belum mengenal seroja.
Setelah kami melakukan berbagai kegiatan dan mencoba memahami keadaan yang ada di Seroja, kami berpikir untuk dapat melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi seroja untuk ke depannya, karena sebenarnya seroja merupakan wadah yang sangat berpotensi dan bermanfaat besar bagi masyarakat khususnya di bidang pemberdayaan perempuan dan anak-anak pinggiran. Untuk itu, kami dari divisi PAUD mencoba untuk menjaring lebih banyak lagi sukarelawan tenaga pengajar agar dapat membantu untuk lebih memajukan dan mengoptimalkan perkembangan anak-anak Seroja, dan secara otomatis dengan bertambahnya jumlah tenaga pengajar, diharapkan anak-anak jalanan yang dapat diberdayakan akan lebih banyak lagi untuk menekan angka anak-anak pinggiran yang terdapat di kota-kota, khususnya Surakarta.